PERISTIWA 

Sutardji Calzoum Bachri dan Ahmadun YH Baca Puisi di Malam Puisi Tangerang

 

TANGERANG (LITERA) – Presiden penyair Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri, dan penyair Ahmadun Yosi Herfanda, belum lama ini, membaca puisi di Semanggi Center, Tangerang. Acara bertajuk Malam Puisi Tangerang, “Musim yang Kita Ciptakan Sendiri”, ini berlangsung dari sore sampai malam. Sore hari menampilkan Rini Intama, membahas puisi-puisinya yang terkumpul dalam buku Kidung Cisadane.

Sutardji, antara lain, membacakan puisi “Hai Pemuda Mana Telurmu”, “Jembatan”, dan “Mawar”. Membaca sambil duduk di sofa, dengan latar lukisan abstrak, Sutradji sekali-kali berdiri. Suaranya masih lantang dan jernih. Sedangkan Ahmadun YH membacakan puisi “Sembahyang Rumputan”, “Mabuk Demokrasi” dan “Sajak Bang Bang Tut”, dengan vocal yang kuat.

Selain mereka, tampil penyair-penyair Tangerang, seperti Abdee Ksatria Negara, Bagus Riantiarno Putra, Daffa Adnan Assyarof, Drong Seringai, Gemilang, Gita, Hibernasi, Kembara Sunyi, Monica Bunga Lein, Nipp, Octavianti, Sesep Sihabudin, dan Wacevi. Selain mambaca puisi, beberapa di antaranya juga menampilkan musikalisasi puisi.

Panitia, antara lain, Andy Lesmana, mengatakan, acara tersebut untuk meningkatkan apresiasi sastra di Kota Tangerang. Kegiatan seni di Semanggi Canter sudah berjalan sekitar 14 tahun, dengan berbagai acara, sastra, seni rupa, dan musik. Pada malam itu juga dipamerkan karya seni rupa pelukis setempat. @ red

Related posts

Leave a Comment

seventeen − ten =